Siti Zaenab Dieksekuti Mati di Arab Saudi

Lagi ngetrend. Siti Zaenab dieksekuti mati di Arab Saudi. Sedih warga negera Indonesia dieksekuti mati di luar ngeri tanpa Negara tahu.  Sedihnya lagi  eksekuti tadi juga tanpa ada pemberitahuan kepada keluarga di Indonesia.  Jika hal ini benar,  Arab Saudi melanggar tata krama diplomasi internasional. Pemerintah dapat melayangkan protes ke otoritas Saudi. Menurut catatan Migrant Care,  bukan kali ini saja melaksanakan humukan mati warga asing tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.  Mungkin masih ingat kasus eksekusi mati Ruyati TKI pada pada 19 Juni 2011 yang lalu.


Terkait dengan pembelaan, Pemerintah sudah mengupayakan untuk mendapatkan ampunan bagi Ruyati. Proses permintaan ampunan juga sudah melewati  4 kali pemerintahan. Saat Gusdur menjabat Presiden, Beliau mengajukan surat permohonan ampunan dari keluarga korban namun tdak berhasil. Saat SBY menjabat juga mengajukan hal serupa tetapi tetap ditolak. Dan terakhir Presiden Jokowi di tahun 2015 juga mengusahakan ampunan untuk Royati, tetapi tidak berhasil. Untuk kasus hukuman mati seperti ini selama keluarga korban atau ahli waris yang dibunuh tidak memberikan ampunan, Pemerintah tetap tidak bisa membatalkan hukuman mati.

Sekiranya, ahli waris membebaskan atau meminta tebusan, maka otoritas Saudai akan membatalkan hukuman mati.

Hal yang patut disesalkan adalah saat proses hukuman yang menurut beberapa orang tanpa ada pemberitahuan baik kepada Pemerintah maupun kepada kelaurga. Namun demikian, sepertinya Pemerintah kita tidak seperti Pemerintah Australia. Meraka begitu gigih membela warganya yang akan dieksekusi mati Pemerintah RI meskipun kesalahan yang dilakukan angoota bali nine tersebut adalah kejahatan internasional, perdagangan narkoba. Bahkan usaha Abbott, Sang Perdana Menteri sampai-sampai dianggap memasuki wilayah otoritas hukum Negara lain. Tapi mereka tetap ngotot membela warga negaranya.

Sepertinya usaha yang kita lakukan hanya sebatas normatif saja. Kesungguhan pembelaan seperti yang dicontohkan Pemerintah Australia bisa menjadi contoh Pemerintah dalam membela warga negara yang sedang bermnasalah di luar negeri. Apalagi kasus yang menimpa warga kita sangat banyak terkait dengan pembelaan diri.

Pelajaran penting bagi Pemerintah untuk lebih sungguh-sungguh membela warga negara yang sedang bermasalah agar tidak terulang kasus eksekusi mati Siti Zaenab mati di Arab Saudi tanpa ada pemberitahuan.

Related Posts:

RS Pembunuh Alfi Ditangkap Saat Sedang Tidur bersama Istrinya

Lagi ngetrend. RS ditangkap saat sedang tidur bersama istrinya. Kasus tewasnya  Deudeuh Alfi Sahrin di tempat kosnya menyisakan kepedihan mendalam keluarga dan membuka mata kita semua tentang praktik layanan s e k online yang  di tahun tahun belakangan ini begitu marak. Tidak banyak yang tahu termasuk keluarga pekerjaan janda beranak 1 ini sampai kasus ini terbongkar. RS pelaku yang juga pengguna jasa Tata, begitu Deudeuh Alfi Sahrin biasa dipanggil rupanya dikenal sebagai guru privat atau guru di bimbingan belajar.


RS berhasil diidentifikasi oleh Kepolisian dan berhasil ditangkap pada Rabu (15/4/2015) dini hari di Batu Tapak,  Bojong Gede,  Bogor. Naas saat ditangkap, RS sedang tidur bersama istrinya yang sedang mengandung. RS juga sudah mempunyai seorang anak berusia 8 tahun.

Teka-teki tewasnya Deudeuh oleh RS masih belum tuntas. RS masih mengaku bahwa tindakannya dilakukan secara spontan setelah diejek atau ada komentar dari Deudeh, teman kencan RS, yang mengatakan badan RS bau sehingga Deudeuh maun muntah. Naumn demikian pihak Kepolisian tidak begitu saja menerima penjelasan aau alibi RS. Pengungkapan ini sangat penting karena terkait bentuk dakwaan dan jenis hukuman yang akan diberikan  kepada si pelaku.

Tragis, semoga kasus tewasnya Deudeuh Alfi Sahrin ini segera selesai dan pelaku diberi hukuman yang setimpal.

Related Posts:

Terungkap Pembunuh Deudeuh Seorang Guru

Lagi Ngetrend. Terungkap Pembunuh Deudeuh Seorang Guru. Kerja keras Polsi membuahkan hasil. Untuk kasus kriminal seperti ini, kinerja Kepolisian patut diacungi jempol. Tidak lama setelah kasus pembunuhan Deudeuh, perempuan yang indekos di Jalan Tebet Utara 15-C, tertangkap sudah. Pelaku pembuhunan sadis tadi adalah RS yang merupakan pelanggan korban. RS dicokok Polisi di kawasan Jonggol, Bogor Jawa Barat. Lelaki yang punya pekerjaan sebagai guru bimbel atau guru privat ini diduga keras  telah menghabisi Dedeuh Alfisahrin. Deudeh sendiri ternyata adalah, menurut sementara kabar, seorang PSK online yang menjajakan dirinya di dunia maya. Sebenarnya bukan kali ini RS memakai jasa Dededuh Alfi Sahrin alias Tata, ini adalah kali kedua.

Adapun alasan RS menghabisi Deudeuh Sudah Menjanda 7 Tahun  ini adalah hal sepele, yaitu omongan atau ejekan Deudeuh bahwa RS badannya berbau. RS sebagai teman kencan ngaku tak berniat bunuh Deudeuh. Sesederhanakah itu alasan RS menghabisi perempuan cantik tersebut, sepertinya Polisi masih mendalami kasusnya. Pendalaman tentu diperlukan untuk mengetahui kepastian pembunuhan tadi terjadi, apakah secara spontanitas atau terencana.

Nasib Malang harus diterima Deudeuh. Perkawinannya gagal sejak tujuh tahun lalu dengan menangung seorang anak yang kini berusia 10 tahun.  Sepertinya Deudeuh mengambil jalan pintas dengan menjadi wanita panggilan. Keluarganya yang tahu apa pekerjaan Deudeh kini tentu merasa malu dengan keadaan seperti ini.  Sebenarnya keluarga juga menanyakan pekerjaan Deudeuh tetapi permpuan cantik ini memang tertutup sehingga tidak banyak informasi yang didadapat keluarga tentang kehidupan Deudeuh.

Kini Deudeuh  yang bernama asli Alfi Sahrin atau Tata (26) sudah tiada dan RS pelaku yang ternyata seorang guru bimbel yang juga sedang menantikan kelahiran anaknya harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya di hadapan hukum dan masyarakat.

Related Posts: